Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

DIFERENSIASI SOSIAL

Diposting oleh Unknown di 09.59 0 komentar

 
1. Pengertian Diferensiasi Sosial
Kalau kita memperhatikan masyarakat di sekitar kita, ada banyak sekali perbedaan-perbedaan yang kita jumpai. Perbedaan-perbedaan itu antara lain dalam agama, ras, etnis, clan (klen), pekerjaan, budaya, maupun jenis kelamin.
Perbedaan-perbedaan itu tidak dapat diklasifikasikan secara bertingkat/vertikal seperti halnya pada tingkatan dalam lapisan ekonomi, yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah.
Perbedaan itu hanya secara horisontal. Perbedaan seperti ini dalam sosiologi dikenal dengan istilah Diferensiasi Sosial. Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya
sama. Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan atau klasifikasi masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya.
Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klen dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial.

Minggu, 14 Oktober 2012

Dasar-dasar Stratifikasi Sosial

Diposting oleh Unknown di 14.59 0 komentar



      Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut :
a.       Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
Ukuran menyatakan adanya kuantitas atau jumlah dari sesuatu hal. Jika ukuran kekayaan berarti ada jumlah tertentu tentang kekayaan yang dapat dijadikan sebagai suatu tolak ukur; dari sini kita dapatkan ukuran kekayaan yang tinggi atau banyak, ukurang sedang atau cukup dan ukuran sedikit atau miskin.
Kekayaan sebagai ukuran dalam menentukan stratifikasi sosial walaupun ada kuantitas tetapi pada dasarnya adalah relative untuk suatu masyarajat. Ukuran orang kaya pada masyarakat pedesaan adalah luas pemilikan dan penguasaan tanah dan sering di simbulkan dengan rumah bebrbentuk Joglo ( di Jawa Timur dan Jawa Tengah ); tetapi berbeda halnya dengan masyarakat perkotaan didamping gedung yang mewah juga mobil yang mewah sebagai symbol kekayaan yang dimilikinya.
Kekayaan sebagai sebuah ukuran dari startifikasi social dalam masyarakat tetap tergantung pada situasi dan kondisi masyarakat yang bersangkutan.

Sabtu, 13 Oktober 2012

STRATIFIKASI SOSIAL

Diposting oleh Unknown di 19.18 0 komentar
1. Pengertian Stratifilkasi Sosial
Stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara bertingkat. Yaitu mempunyai tingkatan dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi. Stratifikasi sosial dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
a. Stratifikasi sosial tertutup.
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Tingkatan Stratifikasi sosial secara tertutup :
-. Brahmana (tertinggi)
-. Ksatria
-. Waisya
-. Sudra
-. paria
b. Stratifikasi sosial terbuka.
Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.





Sabtu, 06 Oktober 2012

STRUKTUR SOSIAL

Diposting oleh Unknown di 18.12 0 komentar
A. Pengertian dan ciri Struktur Sosial

1. Pengertian Struktur Sosial :Struktur sosial adalah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat, di dalam struktur sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku.

2. Pengertian struktur sosial menurut Ahli :

•Coleman : Pola hubungan antar manusia dan antarkelompok manusia

•Kornblum : Pola perilaku individu dan kelompok, yaitu perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat

•Soerjono soekanto : sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan peranan-peranan sosial

B. Ciri-ciri Struktur Sosial :

•struktur sosial mengacu pada hubungan sosial yang pokok, yang dapat memberikan bentuk pada masyarakat

•struktur sosial mencakup semua hubungan sosial antara individu-individu pada saat tertentu

•struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat

•struktur sosial merupakan realitas sosial yang bersifat statis dan memiliki kerangka yang membentuk suatu tatanan

•struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua pengertian. Pertama di dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris, kedua di dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian.


C. Fungsi Struktur Sosial

Menurut Mayor Polak ada 3 fungsi struktur social :

-Sebagai pengawas social, yakni penekanan terhadap kemungkinan terjadi pelanggaran atas norma dan nilai dan peraturan kelompok atau masyarakat

-Sabagai dasar untuk menanamkan disiplin social kelompok atau masyarakat

-Struktus social merupakan karakteristik yang khas dimiliki oleh masyarakat


D. Bentuk Struktur social

1. Dilihat dari sifatnya :

-Struktur social Kaku :

Struktur social merupakan bentuk struktur social yang tidak bias diubah atau sekurang-kurangnya masyarakat mengalami kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status/kedudukan

-Struktur social formal :

Struktur social yang diakui oleh pihak berwenang, contoh lembaga pemerintahan tingkat kabupaten yang terdiri dari bupati, wakil bupati, sekwilda dsb.

- Struktur social informal :

Struktur social yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum
dan tidak diakui oleh pihak berwenang, contoh tokoh masyarakat yang disegani.


2. Dilihat dari identitas anggota masyarakatnya

-Struktur social heterogen :

Struktur social yang ditandai oleh keragaman identitas anggota masyarakatnya

-Struktur social homogen :

Struktur social yang ditandai oleh keanggotaannya sama / sejenis

3. Dilihat dari ketidaksamaan social :

- Diferensiasi Sosial ( Secara horizontal )
- Stratifikasi Sosial ( Secara vertikal )

- Secara horizontal merupakan struktur masyarakat dengan berbagai kesatuan social berdasarkan perbedaan perbedaan suku, agama, dan adat istiadat yang dikenal dengan istilah diferensiasi social

- Secara vertical merupakan struktus social yang ditandai oleh kesatuan kesatuan social berdasarkan perbedaan pelapisan social baik lapisan atas maupun lapisan bawah yang dikenal dengan istilah stratifikasi social



E. Faktor pembentuk ketidaksamaan social

- Factor geografis : Perbedaan mata pencaharian, tradisi, letak geografis, iklim, suhu, dll.

- Factor etnis
- Kemampuan / potensi diri
- Latar belakang social


Menurut pendapatan Peter M. Blau

• Intersected social structuce :Struktur social yang keanggotaannya bersifat menyilang

• Consolidated social structure : Struktur social yang setiap anggotanya tumpang tinggi paramenter ( tolak ukur ), dan mengakibatkan penguat identitas keanggotaan

F. Unsur – unsur struktur social

menurut Soerjono Soekanto unsur – unsur social dalam struktur social meliputi :
• Kelompok social
• Kebudayaan
• Lembaga social
• Stratifikasi social
• Kekuasaan dan wewenang
 

ACE's B-Golds JackVIP Copyright © 2011 Designed by Dita Blogger Template Sponsored by web hosting