Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Senin, 18 Januari 2016

Love Equation

Diposting oleh Unknown di 11.32


Tittle
Love Equation
Author 
HalfAngel
Main Cast
Ahn Solbin as Ahn Solbin

Cha Hakyeon as Cha Hakyeon a.k.a N

Yeom Haein as Haein
Other Cast
Laboum member and VIXX member
Genre
Rommance, Comedy
Length
Oneshoot
Rating
T
Summary
“Oke, arraseo. Jadi kesimpulannya maukah kau melengkapi love equationku?”




Behind the scene ff yang satu ini sebenernya terbuat pas author lagi potek *sobs*. Nggak tau mesti gimana biar cepet move on kkk. Yah jadinya diabadikan jadi kisah ff ini walaupun nggak seluruh cerita pyur dari kepatah hatian author kkk. Merasa bersalah sih sama ayah author udah nangis bombay di depan beliau cuma gara-gara masalah PHO. Oke yang ini diskip aja. Yang lebih penting pokoknya ff ini terbuat karena author ngefans berat sama N oppa, entah itu yang asli atau kwannya kalo ada kkk. Okay happy reading ^^

"Oppa!! oppa!!!" teriak salah seorang yeoja berambut cokelat terurai berlari menghampiri namja yang dipanggilnya oppa.

"Ne..." namja itu berhenti dengan melempar senyum ramah.

"Hakyeon oppa jjang!!" ucap yeoja itu seraya mengangkat kedua ibu jarinya.


Pertemuan singkat di backstage itu diakhiri dengan mengambil foto selka bersama.
Solbin, yeoja berumur 18 tahun yang baru memasuki dunia perkuliahan itu memang sangat mengidolakan salah satu member VIXX dengan stage name yang paling singkat. Entah dari sisi mana yeoja itu benar-benar menggilai N. Dari photocard, poster, merchandise sampai album VIXX mendekorasi ruangan pribadinya. Ia tak pernah ketinggalan fanmeeting maupun acara apapun yang dihadiri N, kecuali ada ujian yang tak bisa ia tinggalkan.

Solbin tak bisa menyembunyikan wajahnya yang berseri-seri begitu sampai di rumahnya.

"Ya! kau kenapa senyum-senyum seperti orang gila?" ibu Solbin meledek puterinya yang terus-terusan tersenyum seperti orang tak waras.

"Umma.... coba lihat, puterimu ini baru saja berfoto dengan pria tampan." Solbin segera menunjukkan foto selkanya dengan N.

"Terus kenapa? Apa dia namjachingumu? Percuma kau berfoto dengan namja tampan jika dia bukan namjachingumu nak!" ibu Solbin memberikan kata-kata yang bisa membunuh Solbin saat itu juga.

"Maunya sih gitu, aku jadi yeojachingu N oppa." batin Solbin.

"Umma.... jangan bahas itu. Aku masih bete." sedetik kemudian Solbin mengerucutkan bibirnya, ia merasa kesal dengan ledekan ibunya.

Yeoja itu memang baru saja dicampakkan seorang namja yang telah mewarnai hari-harinya selama kurang lebih tiga bulan lamanya. Karena masalah kedewasaan mereka harus berpisah, lebih tepatnya Ahn Solbin dicampakkan namja itu karena pemikiran namja itu yang belum dewasa. Walapun Solbin menangisinya, tapi yeoja itu harus menguatkan prinsipnya tidak menangisi hal yang sama untuk kedua kalinya.

"Buat apa pacaran ma, kalau ujung-ujungnya ditinggalin juga." Solbin masih menggerutu meratapi nasibnya.

Sudah berapa kali hati Solbin dibuat berkibar dan berujung di tiang gantung. Dari namja yang biasa saja, namja berengsek, sampai namja yang berengseknya tak terkira pernah singgah di hati yeoja itu. Namun sayang, kesetiaannya tiap kali ia merajut kasih tak pernah berjalan mulus seperti jalan tol. Selalu saja  ada ombak seperti di laut lepas. Ia tak tau apa yang salah dengan dirinya, namun ia juga yang selalu terkorbankan.

"Bodohnya aku, kukira ini akan berbeda. Tapi ternyata sama saja seperti yang kemarin. Aku lelah terus-terusan menerima hal yang sama seperti ini."

"Huh... molla!!" Solbin mengacak rambutnya frustasi.

Yeoja itu kembali membuka ponselnya. Banyak pemberitahuan di layar ponselnya, bukan pemberitahuan dari seseorang saja. Lebih tepatnya pemberitahuan dari grup kelasnya.

"Mwo???  besok quiz?" Solbin segera membuka buku pengantar manajemen yang ada dalam rak meja belajarnya.

Solbin  POV

Hari ini aku sengaja mengunjungi radio kampusku, banyak kerumunan orang disana. Aku mulai bertanya-tanya, acara apa yang bisa membuat radio kampus jadi seramai ini. Dengan kegigihan dan tekat yang kuat aku berhasil menerobos kerumunan orang yang menyesakkan itu. Baru selangkah menginjakkan kaki Jeonwoo memanggilku, kelihatannya dia sedang buru-buru.

"Seolbin-ah... tolong gantikan Wonjoo mengudara hari ini. Dia tertimpa musibah, jadi tidak bisa datang." Jeonwoo memintaku yang masih junior untuk menggantikan salah seorang sunbaeku yang tidak bisa melakukan siaran hari itu juga.

"Apa? Kenapa harus aku? Aku kan belum pernah melakukannya. Wae?" seketika kalimat penolakanlah yang bisa kulontarkan.

"Tidak apa-apa. Siaran kali ini kau akan ditemani penyiar lain dan guest star." Jeonwoo masih berusaha membujukku.

"Arraseo..." tak tega mendengar rengekan Jeonwoo terus-menerus, aku mengiyakan permintaannya.

Guest star yang kumaksud tadi VIXX. Bukankah kau penggemarnya? Dijamin kau pasti tak akan menyesal!” Jeonwoo menambahkan.

Jinjjayo? Aaaaa… arraseo. Aku akan melakukan siaran dengan baik!” jawabku seketika langsung bersemangat.

Aku segera menerima lembaran demi lembaran script yang akan menemaniku selama beberapa jam mengudara di dalam studio. Setelah itu aku mengikuti beberapa instruksi yang diberikan Jeonwoo untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan siaran sore itu. Setelah dirasa semuanya siap aku memulai siaran dengan beberapa kata disusul pemutaran lagu. Saat lagu dimulai, aku tercengang dengan kehadiran sesosok orang yang rupanya sangat kukenali.

“Kau!!” aku tak percaya dengan apa yang sedang kulihat.

“Kenapa kau ada disini?” orang itu menanyakan pertanyaan yang justru ingin kulontarkan.

Ya! Seharusnya aku yang harus mengucapkan kata-kata itu. Aku yang memandu acara ini. Kenapa kau datang?” jawabku ketus.

“Hei hei…. Kenapa kalian ribut? Seharusnya kalian bekerja sama memandu acara ini.” Jeonwoo mencoba melerai percekcokan diantara kami.

Dengan sangat terpaksa aku harus mengalahkan keegoisanku dan tetap melanjutkan siaran sore itu. Membuang jauh-jauh perasaan pribadi dan melanjutkan siaran dengan professional. Begitu lagu selesai diputar hal yang paling menggangguku adalah ketika aku harus memperkenalkannya sebagai partnerku dan juga sebagai guest DJ.

“Nah, sore ini Solbin nggak sendirian nih. Sekarang di studio udah ada seorang DJ muda yang akan menemani Solbin mengudara selama detik-detik yang tersisa, Yugyeom.”

Ne.. annyeonghaseyo Soo Yugyeom imnida.”

“Aa… kalian pasti sudah tidak sabar menunggu guest star kita hari ini. Langsung saja kita sambut, V.I.X.X sa.rang.gong.sik. Yeeyyyy!!!”

Satu per satu member yang telah duduk di ruangan studio memperkenalkan diri mereka. Dimulai dari leader hingga magnae. Akupun segera melontarkan satu per satu pertanyaan yang telah tertulis di sana.

“Wah lagu terbaru kalian berjudul Love Equation. Love Equation… Persamaan Cinta, memangnya cinta ada rumusnya ya? Haha… sebenernya lagu ini menceritakan tentang apa sih kok judulnya persamaan cinta?” aku sukses menanyakan pertanyaan pertama.

“Aaa… Love Equation ini menceritakan beratnya hari-hari seseorang ketika sedang putus cinta, tapi come on daripada bersedih-sedih lebih baik move on.” Ravi menjawab pertanyaanku dengan suara beratnya.

“Lalu apa hubungannya move on dengan persamaan cinta?” Yugyeom menambahkan.

“Menurutku sendiri, yang namanya persamaan di ruas kiri dan kanan kan harus balance. Jadi dalam menjalani proses move on sendiri perlu ada keseimbangan. Kalau sebelum putus sama-sama saling menghargai, setelah putus juga harus seperti itu. Haha…” Ken menambahkan kata-kata mutiaranya seperti seorang ajumma.

“Nah, terus menurut kalian rumus persamaan cinta sendiri itu yang seperti apa sih?” aku kembali mengurangi daftar pertanyaan yang harus kutanyakan pada sesi wawancara ini.

“Menurutku cinta yang seimbang adalah cinta yang memenuhi persamaan cinta.” magnae menjawab dengan sederhana.

“Menurutku cinta itu butuh proses, dari rasa tertarik, menyukai baru kemudian mencintai. Bukankan seperti itu?”  Yugyeom mencoba menanggapi pernyataan Hyuk.

“Bukankan dalam Love Equation ruas kiri dan kanan harus balance, menurutku proses saja baru memenuhi sisi kiri. Jadi agar seimbang sisi kanan perlu diisi komitmen. Bukankah cinta yang akan bertahan cinta yang mempunyai komitmen?” aku menyanggah jawaban tambahan Yugyeom dan merasa menang.

“Iya iya… kurasa kalian tak perlu repot mendebatkan arti sebuah judul lagu. Tanyakan saja pada komposernya. Haha…” N si leader melerai perdebatanku dengan Yugyeom.

“Ahaha tentu saja….” Kami pun tertawa.

“Untuk mendinginkan suasana mari kita dengar VIXX bernyanyi!”
VIXX pun menyanyikan lagu terbaru mereka yang sempat kami perdebatkan sebelumnya, Love Equation.

"Nah ini nih pertanyaan yang paling ditunggu-tunggu seluruh penggemar, seperti apa sih yeoja ideal masing-masing member VIXX?" aku kembali menanyakan pertanyaan yang masih tersisa di kertas script begitu sampai pada sesi terakhir.

"Punya mata yang indah dan tidak ada lelaki di sekitarnya, kira-kira seperti itu tipe idealku." Hyuk sebagai magnae mulai menjawab satu pertanyaan wajib itu.

"Aa... yeoja yang merasa mempunyai mata indah segera mendaftar." Yugyeom menanggapi jawaban Hyuk dengan tawa kecil.

"Seseorang yang bisa terhubung denganku, cute dan bijak. Aku suka yeoja yang seperti itu, tapi yang paling penting dia harus bisa memasak spaghetti." visual Hongbin memberitaukan tipe idealnya.

"Nah, aku juga menyukai yeoja yang suka memasak." Yugyeom kembali memberi komentar.

"Seorang yang cute, pintar dan memiliki rasa kesadaran akan suatu hal. Ya.. singkatnya yang seperti itu." suara berat moodmaker Ravi terdengar memberikan tipe idealnya dengan singkat.

"Memiliki kesadaran akan suatu hal, berati dia harus peka ya. Yaahh... sayang  aku tak bisa mendaftar. Hihi..." kini giliranku yang menanggapi tipe ideal Ravi.

"Aku suka seorang yang punya banyak aegyo dan bijak. bbuing bbuing!!" Ken menjawab disertai aegyonya.

"Waahh sayang sekali para penggemar tidak bisa melihat Ken oppa melakukan winkeu." aku mencoba membuat para pendengar merasa iri bisa melihat Ken melakukan aegyo gagalnya.

"Lalu baimana dengan ideal tipe Taekwon hyung?" kini Yugyeom mempersilahkan member VIXX paling misterius untuk menjawab.

"Feminin dan bijaksana, kesan pertama merupakan hal yang penting." Leo menjawab begitu cepat karena memang karakternya yang diam dan misterius.

"Nah, member terakhir... leader, bagaimana tipe idealmu?" Yugyeom menanyai member terakhir yang belum menjawab.

"Aku suka yeoja yang innocent, memiliki attitude yang baik, dan bisa menari dengan cantik." tibalah giliran N yang menjawab singkat pula.

“Wah… sepertinya dari semua tipe ideal yang telah disebutkan aku tidak memenuhi seluruh kriteria. Jika kalian para pendengar mempunyai kriteria yang telah disebutkan tadi, kalian beruntung.” aku memberikan komentarku dan diakhiri dengan mengacungkan kedua jempolku.

“Lalu menurut kalian, bagaimana seandainya jika ada salah seorang penggemar yang benar-benar mempunyai perasaan cinta. Apakah akan dipertimbangkan? Aku yakin seluruh pendengar pasti penasaran dengan jawaban dari pertanyaan ini.” untuk mengakhiri pertanyaan aku menanyakan hal ini.

“Jawabannya singkat, mungkin. Haha…” N menjawab kemudian tertawa.

Setelah seluruh pertanyaan ditanyakan sesi berikutnya adalah pembacaan pesan yang telah dikirim oleh para penggemar. Beberapa diantaranya kami bacakan, ada yang membuat tertawa dan ada juga yang membuat seisi ruangan terharu. Siaran diakhiri dengan beberapa lagu yang dinyanyikan VIXX secara akustik. Tak lupa kami semua berfoto usai acara untuk mengabadikan moment ini.

Siaran selesai dan aku membereskan barang-barang yang masih berserakan di meja. Membereskan ponsel dan berlembar-lembar kertas yang telah membantuku memandu acara yang disiarkan selama beberapa jam tadi. Namja itu, Soo Yugyeom juga masih berada di ruang studio membereskan beberapa barang bawaannya.

“Hey kau! Kau berdandan sekarang?” terdengar suara yugyeom memecah keheningan.

“Kenapa? Kau tidak menyukainya?” aku menjawab dengan ketus.

“Bukankah sudah pernah kubilang, aku tidak suka yeoja yang berdandan. Dan aku juga sudah pernah bilang kalau aku akan meninggalkan yeoja yang berdandan.” Yugyeom menjawab dengan memberi penekanan pada kata berdandan.

“Lalu kenapa? Bukankah kenyataannya memang kau sudah meninggalkan dan mencampakkanku? Jadi masalah ini sudah bukan urusanmu lagi, kau sudah tak bisa mengatur hidupku lagi!” aku pergi begitu selesai membereskan seluruh barang bawaanku.

Author POV

Ahn Solbin, yeoja itu merasa malas menanggapi pertanyaan Yugyeom. Ia malas melakukan perdebatan yang tak berarti, apalagi dengan seorang yang telah mengecewakannya. Memang sudah menjadi kebiasaan yeoja itu untuk berlaku seperti itu pada namja yang telah menyakitinya. Tak hanya sekali dua kali ia pernah menghadapi situasi seperti itu pada subjek yang berbeda.

“Aku tak akan pernah mempermasalahkan perpisahanku, jika aku tau alasan pasti namja itu meninggalkanku.

Bukankah lebih menyakitkan mengalami perpisahan di hari yang cerah? Perpisahan tanpa alasan bahkan lebih menyakitkan dibanding itu.” Ahn Solbin membenamkan wajahnya dibalik bantal.

“Dara unnie bahkan mengatakan jika cinta yang lebih menyakitkan dibanding cinta yang bertepuk sebelah tangan adalah cinta yang tak bertahan lama.” yeoja itu masih terus berbicara dengan dirinya sendiri.

Merasa pembicaraanya dengan dirinya sendiri tak akan menghasilkan apapun, kini ia bangun dari tempat tidurnya untuk mengambil ponselnya yang masih berdiam dalam tasnya. Setelah merogoh seluruh isi tas dan menemukan ponsel yang ia cari-cari, ia segera menekan tombol power yang letaknya ada di sebelah kanan ponsel. Tapi ia merasa ada keanehan dengan ponselnya, sejak kapan ia memasang lock screen foto anak kecil yang tak ia kenali.

“Aneh sekali, kenapa lock screen ponselku tiba-tiba berubah sendiri.” Solbin dengan polosnya masih percaya ponselnya tiba-tiba berganti lock screen dengan sendirinya.

“Wallpapernya juga berbeda. Ya!! Ini bukan ponselku!!” entah kenapa setelah berdetik-detik berlalu Solbin baru menyadari jika ponsel itu memang bukan ponselnya.

Setelah tersadar itu memang bukan ponselnya, Ahn Solbin segera menekan beberapa nomor di layar ponsel asing itu. Menginputkan nomor ponselnya sendiri lalu mencoba menghubunginya.

Yeoboseyo.” terdengar  suara dari seberang panggilan, suara yang sebenarnya memang tak asing di telinga seorang Ahn Solbin.

Ne.. yeoboseyo. Sepertinya ponselku tertukar dengan ponselmu. Aduh bagaimana ini?” Solbin menjelaskan maksud panggilannya.

“Aa… iya, sepertinya tertukar tadi ketika keluar dari ruang siaran. Karena aku tak mungkin mendatangimu untuk menukarkannya, bagaimana jika kau yang datang ke kantor Jellyfish entertaintment besok?”

“Maaf, ini aku sedang berbicara dengan siapa ya?” Solbin ingin memastikan kecurigaannya.

“Aku sampai lupa memberitaumu. Aku N. Besok kau bisa menukarkan ponselmu di Jellyfish Entertaintment, waktunya akan kuberitahu nanti. Arraseo?” N memberikan sarannya untuk bertemu di kantor agensinya.

“N oppa? Jadi aku sedang berbicara dengan N oppa? Aaaaaa……. Arraseo oppa!! Besok aku akan ke Jellyfish Entertaintment untuk menukarkan ponselku.” Solbin berteriak kegirangan mendengar tebakan yang ia buat benar.

“Oke, sampai ketemu besok.” N mengakhiri panggilan itu.

Mimpi apa dia semalam. Setelah kesialannya harus bertemu dengan satu orang yang benar-benar merusak suasana hatinya, ia bertemu dengan grup idolanya. Tak hanya itu, ia bisa bercakap dan berbicara secara langsung dengan group idolanya. Bahkan setelah itu ia mendapatkan satu insiden yang membuatnya benar-benar merasa seperti mendapat jackpot, ponselnya tertukar dengan member favoritnya hingga ia bisa mendengarkan suara N lewat panggilan singkat. Yeoja itu seperti kejatuhan durian runtuh.

Di tempat  lain terlihat seorang namja sedang mengorek isi ponsel asing yang tergenggam di tangan kanannya. Pertama ia hanya membuka gallery ponsel itu, terpampang jelas ratusan foto selka pemilik ponsel asing itu.

“Anak ini hobbi sekali mengambil selka.” namja itu mengomentari ratusan foto yang ia scroll dari atas ke yang paling bawah sambil tersenyum.

“Wow ternyata yeoja ini pernah berfoto bersamaku juga.” N teringat ia pernah berfoto dengan yeoja itu di backstage.

Setelah bosan melihat ratusan foto pemilik ponsel asing itu, N kini beralih membuka pemutar musik. Hanya ada lagu dari grup Bigbang, Winner dan Vixx disana. Terlihat jelas yeoja itu sangat menggemari Bigbang, hampir seluruh album Bigbang ada di playlistnya. Dari seluruh lagu yang ada disana, N tertarik memutar beberapa lagu yang tak dikenali albumnya. Seketika ia menekan tombol play dan terdengarlah satu lagu yang tak asing ditelinganya, namun bukan dinyanyikan oleh penyanyi aslinya.

Namjaga tteonagayo… nanen amugeotdo hal su eopseoyo…”

“Sedang apa hyung?” Ravi menghampiri N begitu mendengar musik yang N putar.

“Aku sedang mendengarkan ini.” N memperlihatkan musik yang sedang ia dengarkan.

“Bagus hyung, memangnya siapa yang menyanyi?” Ravi kembali bertanya sembari menyeruput jus jeruk yang ada di tangannya.

“Aku juga tak tau haha…” N sendiri bingung akan menjawab apa berhubung tadi ia belum sempat menanyakan siapa pemilik ponsel  itu.

N masih berkonsentrasi mendengarkan beberapa lagu yang ada di ponsel itu. Ternyata ada satu lagu yang membuat senyumnya kini menjadi semakin lebar. Setelah lagu maps yang dipopulerkan oleh maroon 5 selesai diputar, lagunya sendiri tiba-tiba terputar dengan suara yang berbeda.

"Heol... ternyata dia benar-benar penggemar VIXX." Hakyeon berseru lalu dengan sengaja mencopy rekaman lagu itu ke laptop pribadinya.

***

Dan pesan masuk yang ditunggu-tunggu Solbin sepanjang kelas pengantar bisnisnya tiba juga. Cha Hakyeon melalui ponsel Solbin yang berada di tangannya kini telah memberitaukan waktu mereka untuk bisa segera menukarkan ponselnya.

From : AhnSeol79
Sore ini jangan lupa menukarkan ponselmu di kantor agensiku! - Read

From : Achahakyeon
Arraseo oppa, aku tak akan terlambat :) - Read

Sepulangnya dari kuliahnya, Ahn Solbin segera melangkahkan kaki menuju halte bus terdekat. Hanya dalam beberapa menit bus yang akan membawanya ke kantor Jellyfish Entertaintment telah tiba. Dengan senyum lebar yeoja berambut cokelat itu melangkahkan kakinya memasuki bus. Dalam waktu dua puluh menit bus yang ia tumpangi telah berhenti di depan tempat tujuannya.

Dua jam telah berlalu sejak Solbin menanyakan ke bagian receptionist, namun yang ditunggui belum juga menampakkan batang hidungnya. Ia memutuskan untuk duduk di kursi lobby sambil memasang headset pada kedua telinganya. Mendengarkan musik dari ipad bawaannya. Tak terasa alunan lagu ballad yang ia dengar mengantarkanya pada rasa kantuk yang membuatnya tertidur di kursi itu.

Langit mulai gelap dan tibalah Van berwarna hitam di depan kantor agensi Jellyfish Entertaintment. Enam namja dengan tinggi rata-rata 180 cm turun dari kendaraan itu satu per satu. Mereka membungkuk 180 derajat memberikan hormat dan rasa terima kasih pada sopir yang telah mengantarkan mereka seharian dari satu tempat ke tempat lain.

Cha Hakyeon mendatangi receptionist untuk menanyakan orang yang mencarinya sore tadi. Receptionist mengarahkan jari telunjuknya tepat pada satu-satunya yeoja yang terlelap di kursi lobby. Setelah mengucap terima kasih pada receptionist nuna, Hakyeon segera menghampiri yeoja yang ditunjuk tadi.

"Ya!" Hakyeon bersuara pelan berusaha membangunkan yeoja yang sepertinya tak mendengar suaranya.

Merasa yeoja di depannya masih belum meninggalkan alam bawah sadarnya, N  menepuk pelan pundak yeoja itu. Belum terbangun juga N mengambil salah satu headset dari telinga yeoja itu, ternyata ia sedang mendengarkan salah satu OST web drama yang dibintangi oleh Sandara Park. Ide iseng N muncul seketika itu, ia mengambil ipad yang tergeletak di kursi. Mengganti lagu yang diputar dengan lagu hiphop yang lumayan berisik, memasang kembali satu headset yang ia lepas tadi dan mengencangkan volume hingga level paling tinggi.

"Haahh....." Solbin berteriak dan hilang kendali atas tubuhnya sendiri.

"Akhirnya bangun juga." N yang berdiri di depan Solbin tersenyum simpul berhasil membangunkan yeoja itu.

"Oppa..." Solbin merengek seperti anak kecil merasa malu.

"Ya! Jadi kau sudah menunggu dari tadi. Mian, ternyata ada jadwal mendadak. Maaf membuatmu tertidur disini. Ini ponselmu." Hakyeon segera menyerahkan ponsel asing itu pada si empunya.

"Ah ne oppa, gwaenchana." Solbin pun juga menyerahkan ponsel N yang tertukar dengan ponselnya.

"Jadi siapa namamu?" Hakyeon menanyakan identitas Solbin.

"Ahn Solbin imnida." Solbin menjawab dengan senyum lebar.

"Gurae... akan kuingat. Pulanglah sudah malam, ibumu pasti mengkhawatirkanmu! Kau bisa menaiki taxi yang ada di seberang jalan." N mengingatkan Solbin agar segera pulang.

"Ne oppa. Tapi sebelum aku pulang bolehkah aku meminta satu foto bersama?" Solbin masih sempat mengajak member favoritnya itu untuk berfoto.

Solbin segera pulang setelah mendapatkan foto bersama N. Ia menaiki taxi yang dimaksudkan Hakyeon tadi. Tanpa ia ketahui, salah seorang ssasaeng fans VIXX telah memperhatikan gerak geriknya dan memotretnya dari kejauhan.

***

Pagi yang cerah menggantikan dinginnya malam, di ruang pribadinya Solbin masih belum beranjak dari tempat tidurnya. Ia masih enggan melepaskan selimutnya. Nada dering kini memaksanya untuk menggerakkan tangannya mengambil ponsel yang tergeletak di meja samping tempat tidurnya. Ternyata panggilan dari Haein, teman karibnya.

"Ya!!! Ahn Solbin!!! Apa yang kau lakukan?" Haein meneriaki Solbin yang nyawanya saja masih belum terkumpul.

"Waaeee?" Solbin menjawab dengan suaranya yang masih serak.

"Fotomu terpampang jelas di seluruh situs pencarian. Bahkan menjadi trending topic di twitter, menjadi pencarian nomer 1. Apa yang kau lakukan huh?" Haein memberikan pernyataan dan pertanyaan yang membuat Solbin benar-benar bingung.

"Ada apa sih? Apa kau baru saja bermimpi aku menjadi selebritis huh? Aku ada kuliah siang, nanti saja bicaranya aku mau tidur lagi." Solbin yang tak mengerti maksud perkataan Haein hanya membalas sekenanya ingin segera mengakhiri panggilan itu.

"Ya!!! Ahn Solbin!! Cepat kau buka web browsermu!" belum selesai Haein berbicara, panggilan itu telah terputus.

Solbin kembali bersembunyi di balik selimutnya masih ingin melanjutkan mimpinya. Lima menit kemudian adiknya yang masih berumur satu tahun memulai keributan seperti pagi-pagi biasanya. Mengoceh tak jelas dan mulai berteriak-teriak. Akhirnya yeoja itu tak jadi melanjutkan tidurnya dan pergi ke kamar mamanya.

"Jaemin-ah, kau sudah bangun? Ppoppo juseyo!" Solbin menunjuk pipinya dengan jari telunjuknya dan disambut kecupan kecil dari adiknya yang sangat menggemaskan.

Nyawa Ahn Solbin telah terkumpul, kini ia mulai penasaran dengan perkataan tak jelas Haein tadi. Ia segera membuka ponselnya dan web browser seperti yang diperintahkan Haein. Yeoja itu melonjak kaget, tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Mwoya?" Solbin berteriak hingga membuat adiknya menangis.

Ahn Solbin segera menggendong adiknya mencoba menenagkan tangisan adiknya karena mamanya sedang berbelanja sayur. Masih menggendong adiknya yang kini telah berhenti menangis, Solbin mencari kontak Haein dan segera menghubunginya.

"Ya!!! siapa yang memajang fotoku di semua situs pencarian?" tanpa menyapa Haein, Solbin seketika mengeluarkan nada tingginya.

"Kau sudah bangun? Sudah lihat? Sudah percaya? Huh!! Dasar!" Haein kini balik mengomeli Solbin.

"Pokoknya hari ini kau jangan pergi kemanapun. Nanti aku akan mampir kerumahmu, arraseo!" Haein segera mengakhiri panggilan teleponnya, sepertinya ia sedang terburu-buru.

Akhirnya Ahn Solbin seharian hanya bermain dengan adiknya mengingat warning yang telah diberikan sahabat karibnya. Hari mulai gelap dan belum ada official statement dari agensi VIXX berkenaan dengan foto N dan Solbin yang tersebar di internet. Haein tiba di kediaman Solbin tepat pukul tujuh malam. Solbin pun menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi.

"Beruntungnya kau bisa berbicara langsung dengan oppamu itu. Member favoritmu yang semua photocard dan posternya menghiasi setiap sudut kamarmu." Haein masih geleng-geleng kepala tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Tapi aku harus bagaimana? Ottokhae?" Solbin kembali merengek, meminta saran dari teman dekatnya yang sebenarnya lebih tua dua tahun daripada dirinya.

"Kau harus diam di rumahmu, bersembunyi sampai ada pernyataan resmi dari agensi. Ya.. hanya itu." Haein memberikan sarannya sebagai seorang yang lebih senior.

***

Pagi ini masih sama seperti pagi hari sebelumnya, foto itu juga masih terpampang di seluruh situs pencarian. Ia mengacak rambutnya frustasi. Baru sedetik mengeletakkan ponselnya di kasur sembarangan, tiba-tiba nada dering panggilan berbunyi. Ternyata dari nomor yang tak tersimpan di kontaknya.

"Yeoboseyo." Solbin menjawab panggilan asing itu.

"Ahn Solbin ssi... Kutunggu kau di kantor agensi Jellyfish Entertaintment pagi ini. Ada hal penting tentang pemberitaan di media massa yang ingin kubicarakan padamu. Maaf aku baru bisa menghubungimu." Ternyata Cha Hakyeon yang berbicara di seberang panggilan.

"Ah ne.. N oppa?" Solbin memastikan.

"Ne... jangan terlambat!" N segera memutus panggilan.

Dengan penuh semangat Solbin segera mandi dan mempersiapkan diri untuk menuju ke agensi telah membesarkan nama VIXX. Setelah berpamitan dengan mamanya, Ahn Solbin pergi menunpangi taxi yang telah ia pesan tadi. Tak lupa ia menggunakan masker dan kacamata untuk menutupi wajahnya. Ia juga menggunakan hoodie untuk menutupi kepalanya.

Sesampainya di kantor agensi Solbin diantarkan salah seorang receptionsit ke suatu ruang rapat yang didalamnya telah berisi beberapa orang yang sangat asing baginya. Tak lama kemudian N muncul dari balik pintu dan segera duduk. Kedua tersangka yang wajahnya kini menghiasi seluruh situs pencarian itu duduk bersebelahan. Sebenarnya Solbin kini sedang menahan rasa bahagia bisa bertatap muka dengan oppa idolanya, namun ia juga merasa bingung harus berada dalam ruang rapat yang sangat asing baginya.

Dari rapat itu ternyata pihak agensi meminta maaf atas isu yang menyebar begitu cepatnya dan akan segera mengklarifikasi berita tersebut. Pihak agensi juga meminta N untuk selalu berhati-hati atas kelakuan ssasaeng fansnya yang selangkah sudah lebih canggih dibanding dispatch. Rapat selesai dan N sengaja membawa Solbin ke ruang latihan VIXX.

"Sekali lagi aku meminta maaf." N membawakan sebotol softdrink untuk Solbin yang terduduk di sofa.

"Anieyo... seharusnya aku yang meminta maaf oppa." Solbin menerima minuman itu dengan senyum lebarnya.

"Aku yang menyebabkan berita itu terjadi, sudah selayaknya aku yang meminta maaf. Ini sebagai permintaan maafku." N memberikan sebuah amplop besar berwarna cokelat.

"Apa ini?" baru saja menanyakan apa isi amplop cokelat itu, seorang anak kecil berumur dua tahun berlari menuju ke arah N.

"Samthun..." anak itu memanggil N.

"Aigoo uri tamttomi watta!!" N segera memeluk anak laki-laki itu.

"Ttomi-ya... beri salam pada nuna." N menunjuk Solbin yang terlihat awkward.

Anak kecil itu menuruti permintaan N dan membungkuk begitu mengemaskan. N memperkenalkan anak kecil yang dipanggilnya Ttomi sebagai keponakannya. Kebetulan kakak perempuan N selalu menitipkan Ttomi padanya jika sedang ada keperluan yang memang tak bisa membawa Ttomi.

Cha Hakyeon kini membawa Ttomi dan Solbin berjalan-jalan ke sebuah taman kota. Mereka berdua, Hakyeon dan Solbin mengenakan seperangkat alat penyamaran mereka. Ahn Solbin gemas sekali meladeni Ttomi yang asik mengajaknya bermain kejar-kejaran. Sementara N hanya duduk melihat keponakannya berlarian kesana-kemari dengan Solbin.

"Solbin ssi... apa kau suka anak kecil? Aku heran kau bisa cepat akrab dengan Ttomi." N menanyakan keingintauannya pada Solbin dan masih menyuapkan sesendok patbingsu pada keponakannya yang terduduk manis di pangkuannya.

"Aku punya adik laki-laki kecil berumur 1 tahun. Jadi aku terbiasa bermain dengan anak kecil." Solbin menanggapi pertanyaan N dan kembali menyantap patbingsunya.

Mereka mengakhiri pertemuan mereka hari itu dengan dijemputnya Ttomi oleh ummanya. Solbin pun segera berpamitan karena mamanya telah berulang kali memintanya untuk segera pulang dilihat dari banyaknya notifikasi missed call dari mamanya.

Sepulang dari kantor agensi, Solbin segera membuka amplop cokelat yang belum sempat dibukanya tadi. Rasa penasarannya terjawab begitu ia mengeluarakan beberapa lembar kertas dari amplop tadi. Ternyata ia mendapatkan undangan untuk menghadiri audisi agensi NH Media. Ia sendiri tak bisa menyembunyikan kegembiraannya dan segera mengirimkan pesan singkat pada akun dengan id Achahakyeon untuk memastikan jika N tak salah memberikan amplop itu padanya. Tentu saja N menjelaskan jika undangan itu memang ditujukan padanya, bahkan sudah tertera nama Ahn Solbin disana.

***

Ahn Solbin telah mengikuti audisi di NH Media, ia pun juga telah menerima pengumuman jika ia diterima sebagai trainee disana menyusul Haein yang sebenarnya telah menjadi trainee di sana selama dua tahun terakhir. Setelah menandatangani kontrak dengan pihak NH Media, Solbin tak lupa memberikan ucapan terima kasihnya pada Cha Hakyeon yang telah memberikan rekomendasi ke pihak NH Media. Ia merasa sangat beruntung bisa menjadi trainee di agensi yang telah membesarkan nama U-Kiss.

Kini hari-harinya menjadi lebih sibuk dari sebelumnya, tak hanya pergi ke kampus kini ia harus tinggal di dorm sebagai trainee group bersama lima orang lainnya. Di sela kesibukan N yang harus menjalani rutinitas baru sebagai aktor, ia tak lupa memberi semangat pada Solbin agar lebih tangguh menjalani rutinitas baru. Entah mengapa, N juga masih meluangkan waktunya untuk menemui Solbin secara sembunyi-sembunyi agar kejadian ssasaeng fans itu tak terulang kembali.

“Aku baru tau jika seorang selebritis selalu menghabiskan malam harinya untuk jalan-jalan di tepi sungai Han.” sela Solbin berusaha menjaga keseimbangan berjalan di atas pondasi saluran air.

“Ya!! Bukankah kau sudah pernah melihat yang seperti ini di berbagai reality show.” N hanya membalas pertanyaan Solbin dengan pertanyaan retorik.

Geundae, kenapa oppa baik sekali pada orang asing sepertiku?” Solbin menyerah menjaga keseimbangan di atas pondasi, kini ia memilih berjalan mundur di depan N.

“Ani... aku ingin melihatmu segera debut.” N menjawab sekenanya.

“Tapi sekarang aku jadi tidak bisa datang ke fansign VIXX, haha....” yeoja itu tertawa mengingat sebelumnya ia tak pernah absen di setiap event.

Gwaenchana, jika kau sudah debut kita bisa melakukan fansign di backstage. Haha....” N membalas pernyataan Solbin dengan candaan pula.

***

Hari-hari training Ahn Solbin akan segera berakhir, beberapa teaser foto dan video telah dirilis pihak NH Media setelah melalui serangkaian photoshoot dan filming MV berjudul Pit-A-Pat sebagai lagu debut mereka. Selang beberapa hari kemudian music video pertama dari grup Laboum telah dirilis, ini semakin membuat Ahn solbin beserta kelima member lain semakin gugup karena tentunya keesokan harinya debut stage mereka akan dimulai. Seluruh member bekerja keras untuk memberikan kesan baik pada seluruh orang yang melihat penampilan pertama mereka.

Debut stage dimulai, penampilan perdana mereka pun dimulai. Dengan disaksikan masing-masing keluarga terdekatnya mereka, keenam orang yang berada dibawah nama Laboum itu menunjukkan penampilan terbaik mereka. Terlihat mama, papa dan kedua adik Solbin di bangku penonton. Namun ada seorang misterius yang menarik perhatian Solbin, seorang dengan pakaian serba hitam mulai dari sepatu, celana panjang, hoodie bahkan maskernya.

Penampilan perdana mereka sukses walaupun ada sedikit kesalahan sebagai seorang pemula. Yujeong, Soyeon, ZN, Haein, Solbin dan Yulhee bersorak riang di backstage. Mereka merayakan hari debut mereka dengan memotong kue dan memakannya bersama seluruh crew. Solbin menggendong Jaemin dan tak henti-hentinya menciumi kedua pipi adik kecilnya itu mengekspresikan kegembiraannya. Dari luar pintu seseorang berpakaian serba hitam tadi memperhatikan kegembiraan seisi ruangan itu, ia mengetikkan beberapa kata pada layar ponselnya kemudian pergi.

From : Achahakyeon
Chukhae, penampilan perdanamu berhasil!

Seusai perayaan Solbin membuka ponselnya dan mendapati pesan singkat dari N. Ia mencoba menemukan pemilik user id Achahakyeon di gedung Mnet, tapi sepertinya yang dicarinya telah meninggalkan gedung. Yeoja dengan rambut panjang berwarna cokelat itu pulang ke dorm bersama kelima member lain begitu Van telah sampai di gedung Mnet.

Selama satu bulan promosi hari-hari Laboum berisi schedule dari The Show, Show Champion, M! Countdown, Music Bank, Music Core dan Inkigayo secara berurutan. Tak hanya itu, mereka masih harus menghadiri fansign dan event lain yang telah dikelola agensi melalui manajer mereka. Namun kelelahan mereka menjadi kebanggaan tersendiri bisa meringankan beban orang tua mereka masing-masing di usia yang masih muda.
Selesai dengan kesibukan promosi single pertama selama empat bulan, mereka mempunyai waktu satu setengah bulan untuk mempersiapkan comeback Laboum dengan lagu kedua yang masih berada dalam single debut album mereka Petit Macaron. Tentu saja mereka mempelajari koreografi baru untuk lagu kedua What About You. Pada comeback ini Solbin yang akan menjadi pembuka lagu.

Yeoboseyo.” Solbin langsung menuju ke toilet untuk mengangkat telepon.

Yeoboseyo. Solbin ssi, bisakah aku memintaimu tolong untuk menjaga Ttomi selama aku melakukan sesi photoshoot?” Hakyeon terdengar terburu-buru.

“Ah ne.. aku bisa melakukannya oppa. Kau bisa mengantarkan Ttomi ke kantor agensiku.” Solbin menyanggupi permintaan Hakyeon.

Siang yang panas itu, seluruh member Laboum kebagian jatah menjaga keponakan Cha Hakyeon yang sangat menggemaskan. Tak hanya itu, adik kecil Solbin juga berada disana karena merindukan nunanya. Walaupun mereka sedikit kerepotan menjaga dua anak kecil yang tidak bisa diam, tapi mereka sangat menyukainya. Apalagi Jaemin yang baru bisa berdiri senang menggerakkan kedua tangannya saat mendengarkan musik.

Aigo gwiyeowo....” Haein menggendong Jaemin dan memeluknya erat melihat tingkah lucu anak itu.

Usai sesi foto selesai, Hakyeon segera pamit pada manajernya untuk pulang dengan taxi karena masih harus menjemput keponakannya. Ia memesan taxi dan kembali melakukan penyamaran. Taxi berhenti tepat di depan kantor agensi NH Media, N membayar ongkos taxi dan segera mencari ruang latihan Laboum.

“Ttomi-ya... samcheon watta!!” N memanggil keponakannya begitu masuk ke ruangan.

Ttomi tertawa riang berada dalam gendongan pamannya. Jaemin pun kini juga tersenyum lebar memamerkan deretan giginyaa yang baru tumbuh berada dalam gendongan nunanya.

Ya!! Lihat kalian seperti sebuah keluarga kecil, N sunbae appanya, Solbin eommanya, Jaemin dan Ttomi anak-anaknya.” Haein memberikan candaan melihat Solbin dan N seperti pasangan orang tua muda.

“Benar sekali, ini harus diabadikan.” Kata si magnae Yulhee segera mengambil kamera dan memotret.

Ya!! Kim Yulhee awas kau, jangan sampai foto itu tersebar! Aku akan menendangmu jika sampai ada isu yang merebak lagi!” Solbin meneriaki perbuatan magnae grupnya itu.

Hari masih cerah, N mengajak Solbin beserta Jaemin untuk menemaninya berjalan-jalan dengan Ttomi di sebuah lapangan basket yang cukup sepi. N membelikan Solbin dan Ttomi bubble tea, sementara Jaemin cukup meminum jus jambu yang telah mamanya persiapkan.

“Promosimu sudah berakhir kan? Lalu apa rutinitasmu sekarang?” N membuka percakapan dengan sedikit awkward.

“Umm.. kami sedang mempersiapkan comeback kami untuk akhir tahun ini.” Solbin menjawab pertanyaan Hakyeon sembari mencoba memangku Jaemin yang tidak bisa diam.

“Lalu bagaimana kuliahmu?” N kembali bertanya.

“Pihak Universitas memahami kesibukanku, jadi mereka memaklumi absensiku. Tapi aku tetap mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.” kini Solbin memilh berdiri menggendong Jaemin karena bocah itu tidak bisa diam dalam pangkuannya.

“Biar aku yang menggendongnya, aku tau kau lelah.” Hakyeon mengambil alih gendongan Jaemin, untungnya Jaemin tidak menangis berada dalam gendongan orang asing.

“Jaemin-ah, kau tidak menangis di gendong orang asing.” Solbin heran karena adiknya tak ketakutan berada di gendongan Hakyeon.

Ya! Memangnya aku penculik? Kenapa dia harus menangis?” seru Hakyeon protes.

“Habisnya oppa sudah hitam, berpakaian serba hitam. Sudah mirip dengan penjahat di film Home Alone. Haha...” Solbin tertawa setelah mengungkapkan candaannya.

“Ahn Solbin, awas kau!”

Kini mereka berempat berempat saling kejar-kejaran. Solbin berlari dengan menggandeng Ttomi sementara Hakyeon mengejar mereka bedua dengan masih membawa Jaemin dalam gendongannya. Merasa lelah dan hari juga sudah gelap, mereka memutuskan untuk kembali ke kantor NH Media. Mama Solbin dan kakak perempuan Hakyeon sudah menunggu disana. Solbin mengecup pipi Jaemin sebelum adiknya itu kembali pulang ke rumahnya. Sementara N memberikan Ttomi pada ummanya.

“Hey kau masih kaum pelajar kan? Selesaikan ini dan segera hubungi aku!” N kembali memberikan sebuah amplop kecil surat, sebelum meninggalkan kantor agensi.

Ahn Solbin masih bingung dengan apa yang Hakyeon maksudkan. Ia memasukkan amplop surat itu ke dalam tasnya. Barulah sesampainya di dorm ia teringat akan surat itu dan segera membukanya. Surat itu berisikan deretan angka dan huruf, seperti sebuah soal matematika. Kertas itu hanya bertuliskan sebuah soal matematika, sepertinya Solbin diminta untuk mengerjakannya.

“9x – 7i > 3(3x – 7u)” Solbin membaca isi kertas itu.

“Untuk apa dia memberiku soal matematika seperti ini?” tanpa banyak bicara, Ahn Solbin segera mengambil pensil dan mengerjakan soal itu.

9x – 7i    > 3(3x – 7u)
9x – 7i    > 9x – 21u
-7i           > -21u
i               < 3 u

“Apa maksudnya? I < 3u?” berulang kali Solbin mengetikkan hasil itu di layar ponselnya, setelah berulang kali ia ketik ia baru menyadari jika ia ketikkan tanpa spasi akan menghasilkan satu emoji berbentuk hati yang diapit huruf ‘i’ dan ‘u’.

Ia segera mengirimkan sebuah pesan singkat pada si pembuat soal.

From :AhnSeol79
Oppa!!! I<3U, itu kan jawabannya? - Read

N tersenyum simpul membaca pesan singkat itu dan segera membalasnya.

From : Achahakyeon
Pintar sekali! Jjang!! - Read
Besok persiapkan dirimu untuk membolos latihan seharian J - Read

***

“Aku menyukaimu! Sepertinnya aku mulai menjadi fanboy Ahn Solbin.” N tertawa.

“Oke, sekarang Ahn Solbin yang menjadi fangirl N mendapat fanboy seorang Cha Hakyeon.” kini giliran Solbin yang tertawa.

Geundae... kenapa oppa menyukaiku? Oppa pasti hanya sedang melawak.”

Ani... aku menyukaimu karena... entah, aku tak punya alasan untuk menyukaimu. Aa... karena kau innocent, memiliki attitude yang baik, dan bisa menari dengan cantik. Kau ingat aku pernah mengatakannya di radio kan?
Anggap saja kau yeoja yang seperti itu.” N mengingat tipe idealnya yang pernah ia sebutkan di acara radio.

Solbin tersipu mendengar penuturan, official statement dari seorang Cha Hakyeon.

Geundae apa hubunganmu dengan namja yang menemanimu di acara radio itu? Apa dia pacarmu? Kenapa kalian selalu berdebat di sepanjang acara?” N menoleh ke arah Solbin, tiba-tiba teringat dengan kejadian di radio waktu itu.

“Emm... angggap saja dia namja yang pernah mengibarkan bendera di hatiku dan terus tergantung. Haha... sudahlah jangan bahas masalah itu.” Solbin enggan membicarakan masalah itu.

“Oke, arraseo. Jadi kesimpulannya maukah kau melengkapi love equationku?” N menatap Solbin, meminta jawaban atas pertanyaan yang akhirnya bisa ia ucapkan juga.

Saat itu juga Solbin memberikan sebuah amplop kecil berisi kertas yang bertuliskan deretan angka 128√e980. N mengerutkan dahi membaca deretan angka pada kertas yang Solbin berikan. Yeoja itu segera mencoret bagian atas angka yang telah ia tulis menggunakan spidol, hingga kini hanya tersisa tulisan Iloveyou. N tersenyum simpul dan mengacak rambut Solbin gemas.

“Solbin-ah... saranghae.” N mengatakannya lantang di depan Solbin membuat simpul hati dengan kedua tangannya di atas kepala.

Sementara Solbin membalas dengan malu, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya seraya mengatakan “Nado... saranghae oppa!”.

Ya!! Jangan menutupi wajahmu, aku tak dengar apa yang kau katakan.” N memprotes.

Na.do Sa.rang.hae O.ppa!” Solbin membisikkan kalimat itu tepat di depan telinga N.

Chu~” N mengecup bibir Solbin begitu Solbin menyelesaikan kalimatnya.

Ya!!! Kau curang! Oppa.....” Solbin mengejar Hakyeon ingin memberi pelajaran.

***

From : Achahakyeon
Tungu kejutanku di comeback stage! - Read

“Apa lagi yang akan dia lakukan kali ini, huh?” Solbin menaruh rasa curiga membaca pesan singkat namjachingunya.

Keenam yeoja dengan pakaian dan sepatu senada sedang mempersiapkan diri di backstage untuk menyempurnakan makeup sebelum mereka menampilkan single kedua mereka yang berjudul What About You. Di saat itu seorang namja berkulit hitam masuk ke ruang make up mereka. Namja itu menggunakan kostum sepatu hitam, celana hitam, baju hitam beserta jubahnya dan topi pesulap berwarna senada.

“Wah wah siapa yang datang?” Haein menggoda Solbin yang sudah mempunyai perasaan tidak enak mendapati N telah menggunakan kostum yang seharusnya digunakan seorang dancer.

“Kalian tak perlu membayarku, aku melakukannya sebagai layanan fanservice. Hari ini aku yang akan menjadi dancer kalian yeyyyy.” N menjelaskan maksud kedatangannya dan masih sempat melakukan wink.

Mwoya???” Solbin menggerutu mendapati tingkah namjachingunya.

Sesaat lagi Laboum tampil untuk membawakan lagu What About You kali pertama di atas stage. Seluruh member telah siap dengan posisi mereka masing-masing, juga N yang telah berdiri di samping Solbin dengan kostum serba hitam dan topeng yang menutupi setengah dari wajahnya.

Nada intro telah diputar, saat itu pula Cha Hakyeon membopong dan menyeret Solbin menuju tengah stage sesuai koreografi. Kemudian membentuk posisi Solbin seperti boneka barbie. Solbin sedikit menahan tawa, begitu pula kelima member lain yang tak bisa menahan senyum mereka melihat tingkah dua sejoli itu. Comeback stage mereka kali ini diwarnai dengan senyuman seluruh member atas kejutan yang diberikan N.



 

ACE's B-Golds JackVIP Copyright © 2011 Designed by Dita Blogger Template Sponsored by web hosting